Adakah Kaitan Perampokan Rp 15 Miliar dengan Bom di Marriott?

Dua ledakan keras mengguncang hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 07.50 WIB, Jumat (17/7/2009). Polisi masih menyelidiki ledakan bom ini. Adakah kaitan antara perampokan Rp 15 miliar dengan ledakan di dua hotel berbintang lima ini?

Polisi sudah memastikan bahwa ledakan di dua hotel yang jadi langganan para warga asing berasal dari bom. Diduga bom merupakan bom berdaya ledak tinggi (high explosive). Hingga pukul 10.25 WIB, aparat kepolisian masih melakukan olah TKP di dua hotel itu.

Belum diketahui siapa pelaku ledakan bom yang diduga merupakan bom bunuh diri itu. Apakah ledakan bom ini dioperasikan oleh kelompok lama? Memang masih jauh untuk menyimpulkan. Namun, hingga saat ini polisi masih belum bisa menangkap buron kelas kakap dalam kasus bom, Noordin Moh Top.

Sumber detikcom mengatakan dugaan bahwa bom itu merupakan operasi kelompok lama sangat mungkin. Apalagi, tiga hari lalu ada perampokan uang BNI Rp 15 miliar. Kasus perampokan yang dilakukan sekelompok orang terhadap uang Rp 15 miliar yang saat itu diangkut mobil Sisco itu belum bisa diendus polisi.

“Jadi, beberapa tahun lalu sebelum ada bom di Kedubes Australia dan Hotel JW Marriott, ada perampokan emas di Banten. Dan tiga hari menjelang ledakan bom di Marriott dan Ritz Carlton juga ada perampokan Rp 15 miliar. Ini tentu perlu diselidiki polisi apakah ada kaitannya atau tidak,” ujar dia.

Ledakan dua bom ini membuat hotel Marriott rusak parah. Lobi hotel mewah ini berantakan. Hotel Ritz Carlton juga mengalami kerusakan parah. Bom pertama meledak di Marriott pukul 07.50 WIB dan beberapa detik kemudian, bom meledak di Ritz Carlton.

1 komentar:

Comment

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner