Kontroversi Konser Inul di KBRI Malaysia

KUALA LUMPUR,KBRI Kuala Lumpur meminta agar kontroversi konser Inul Daratista pada peringatan HUT ke-64 Kemerdekaan RI di Wisma Duta dihentikan. Hal itu karena acara itu hanyalah salah satu dari banyak kegiatan perwakilan Indonesia di Malaysia.

"Konser Inul adalah salah satu hiburan dan kegiatan KBRI Kuala Lumpur dalam memperingati HUT ke-64 Kemerdekaan RI. Jangan hanya Inul yang disoroti, seolah-olah KBRI tidak berikan hiburan yang edukatif," kata Minister Counsellor Pensosbud KBRI Widyarka Ryananta di Kuala Lumpur, Jumat (14/8).

Widyarka juga membantah bahwa biaya konser Inul Daratista, yang terkenal dengan goyang ngebor-nya, menggunakan APBN. "Tidak betul itu. Biaya konser Inul didanai oleh sponsorship," tambah Widyarka.

Widyarka menjelaskan bahwa dalam rangka memperingati HUT ke-64 Kemerdekaan RI, KBRI memiliki banyak kegiatan mulai dari acara keluarga yang dihadiri warga Indonesia di Kuala Lumpur dan sekitarnya dengan kegiatan jalan sehat, senam pagi, dan berbagai pertandingan. Kemudian kunjungan ke WNI yang sedang ditahan di seluruh penjara Malaysia, dan kunjungan ke anak-anak yatim Bugis yang tidak memiliki akses pendidikan.

Ada juga lomba karaoke di mana sebagian besar pesertanya adalah TKI/TKW sekaligus mengasah bakat nyanyi mereka, ada penampilan tarian daerah seusai acara pengibaran bendera Merah Putih. "Jadi banyak kegiatan dan sebagian merupakan positif dan edukatif bagi WNI dan TKI. Jadi konser Inul itu merupakan salah satu acara hiburan saja," katanya.

Lagi pula, banyak warga Indonesia yang senang dengan penampilan "Si Ratu Ngebor" itu. "Demi mewujudkan keanekaragaman minat maka konser Inul Daratista tidak harus menjadi kontroversi," pinta Widyarka.

Konser Inul Daratista di Wisma Duta pada 17 Agustus 2009 mengundang sejumlah protes. Di antaranya Ketua PIP PKS Malaysia Sigit PW Jarot dan Presiden Unimig (UNI Indonesian Migrant) Muhammad Iqbal.

Sigit menilai kehadiran Inul dapat menghalangi proses pendidikan kebangsaan yang ingin dicapai melalui peringatan upacara kemerdekaan. Apalagi tidak lama lagi akan menyambut bulan suci Ramadhan. Senada dengan itu, Iqbal minta agar KBRI menyuguhkan hiburan yang mendidik TKI dan bukan menyajikan hiburan goyang ngebor yang sensual.

1 komentar:

Comment

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner