76 Wartawan Tewas Selama 2009

PARIS- Jumlah wartawan yang tewas dibunuh di berbagai negara mengalami peningkatan. Tahun ini sediktinya teridentifikasi ada 76 wartawan telah tewas karena pekerjannya. Angka ini sedikit meningkat dibanding tahun lalu, yakni 60 orang. Demikian laporan yang dirilis Pengawas Hak-hak Media "Reporters Without Borders", Selasa.

"Perang dan pemilihan umum telah menjadi ancaman utama bagi wartawan tahun 2009", kata Jean-Francois Julliard, Sekretaris Jenderal Kelompok Pengawas (Reporters Sans Frontieres - RSF).

"Kekerasan dilakukan terhadap wartawan pra atau pasca pemilu sudah sangat tinggi pada tahun 2009 di negara-negara dengan demokrasi yang lemah."

Tahun ini juga terjadi peningkatan jumlah wartawan yang diculik yakni 33 orang, di mana tahun lalu hanya 29 orang.
Sementara penyerangan secara fisik dialami 1.456 orang, sedangkan tahun sebelumnya 929 orang. Sedangkan penyensoran terhadap blogger meningkat dari 59 pada 2008 menjadi 151 pada tahun ini.

Kekerasan di dunia internet juga meningkat karena jumlah negara yang terkena sensor hampir dua kali lipat dari 37 pada tahun 2008 menjadi 60 tahun 2009. "Setiap kali internet atau media baru (situs jaringan sosial, telepon selular, dll) memainkan peran utama dalam sirkulasi informasi, muncul konsekuensi yang parah", kata Julliard.

Dia menambahkan, perhatian utama untuk 2009 adalah dari eksodus besar-besaran wartawan di negara-negara seperti Iran atau Sri Lanka."Pihak berwenang di negara-negara tersebut telah memahami bahwa dengan mendorong jurnalis pergi, mereka mengurangi pluralisme dan kebebasan akan kritik," katanya.(kompas.com)

1 komentar:

Comment

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner