Kenang Almarhum Orang Tersayang via Taman Memorial Cyber

Sydney - Internet sudah merajai segala segi kehidupan. Membuat taman memorial untuk mengenang orang tersayang yang sudah meninggal tak hanya bisa dilakukan di dunia nyata, tapi juga bisa di dunia maya.

Caranya, mempertahankan account jejaring sosial maya yang dimiliki almarhum/almarhumah untuk tetap aktif. Ambil contoh account jejaring sosial maya seperti Facebook, Friendster atau Bebo.

Seperti yang dilakukan warga Sydney Tamara Dawson. Dawson kehilangan adiknya Cody (16) tahun lalu. Adiknya jatuh dari tebing saat pesta di wilayah pantai Coogee, New South Wales, Australia.

Lantas Dawson pun dengan senang hati merawat account Bebo milik Cody.

"Banyak orang meninggalkan komentar. Saya mengecek itu setiap waktu dan itu memberiku banyak ketenangan," ujar Dawson seperti dilansir dari The Daily Telegraph , Kamis (18/6/2009).

Sementara yang lain malah ingin menutup account jejaring maya sepeninggal orang tersayangnya pergi. Alasannya, takut informasi pribadi sang tersayang dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Seperti warga Amerika Serikat Stephanie Bemister. Dia adalah saudara jurnalis Bill Bemister. Stephanie ingin menutup account Facebook Bill karena banyak terkandung informasi personal, yang mungkin saja berisiko disalahgunakan.

Masalahnya, Stephanie tak memiliki password account saudaranya itu karena Bill tak mewariskan password padanya. Jadi, dia tak punya daya menutup situs milik Bill.

Saat menghubungi pelayanan pelanggan, Stephanie sempat sebal. Alih-alih dikabulkan permintaannya, perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg itu malah menawarinya 'situs memorial' untuk mengenang Bill. Stephanie pun sampai mengirimkan akta kematian Bill pada pihak Facebook.(detik.com)


1 komentar:

Comment

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner