Sejumlah Dubes Wisata Batik di Sleman

Sleman - Sejumlah duta besar (dubes) negara-negara di Eropa dan Asia Timur, Minggu (11/10) belajar membatik di Wisata Batik 'Nakula Sadewa' Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Ada 12 dubes dari negara-negara di Eropa dan Asia Timur yang hadir untuk belajar membatik dan melihat secara langsung proses pembuatan batik tulis," kata pemilik Wisata Batik 'Nakula Sadewa' Bambang Sumardiyono.

Menurut dia, para duta besar yang hadir dalam kesempatan itu di antaranya Dubes Slovakia Stefan Rozkopal, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Pakistan untuk Indonesia Mirza Salman Babar Beg, staf pengajar di 'Konazawa College Of Art Japan' Yu Oono, serta dari Korea, India, Palestina, Latvia, Malaysia, Jepang, dan beberapa negara lainnya.

"Memang tidak semua dubes ikut belajar membatik, namun mereka memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap kerajinan batik tulis, setelah mereka melihat langsung bagaimana proses membatik mulai dari membuat pola hingga pewarnaan," katanya.

Ia mengatakan sejak beberapa waktu terakhir pihaknya berupaya keras mempromosikan kerajinan batik tulis Sleman di sejumlah negara di Eropa dan Asia melalui berbagai kegiatan seperti pameran.

"Ada beberapa pameran yang difasilitasi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, seperti di Jepang, Latvia, Jerman, dan beberapa negara lainnya, serta beberapa kali kami diundang untuk menggelar pameran seperti di Thailand dan Vietnam," katanya.

Bambang mengatakan setiap berlangsung pameran di negara-negara itu sambutan masyarakat setempat sangat positif, dan hasil karya batik tulis yang dipamerkan pasti habis diborong mereka.

"Bahkan saat pemeran di Latvia yang dibuka sekitar pukul 16.00 waktu setempat, antrean pengunjung masih memanjang sekitar 500 meter hingga pukul 01.00 dini hari," katanya.

Bahkan, kata dia, batik yang sebenarnya tidak dijual eceran dan hanya sebagai pelengkap pameran, banyak yang dibeli, meskipun harus menunggu pameran berakhir.

Sedangkan Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman Wahyudi Heru Santosa mengatakan kegiatan dubes belajar membatik ini sebagai ajang promosi kerajinan batik tulis Sleman di dunia internasional.

"Ini sebagai bukti bahwa batik merupakan karya bangsa Indonesia, sehingga melalui kegiatan tersebut mereka tahu dan mengerti karya seni budaya milik bangsa ini," katanya.

Sehingga, kata dia, apabila ada yang mengklaim terhadap warisan leluhur bangsa tersebut, tidak perlu ditanggapi secara emosional, tetapi dibuktikan melalui kegiatan seperti ini.

Ia mengatakan ada kemungkinan ke depan proses membatik juga akan diperkenalkan kepada para pelajar dari negara-negara di Eropa dan Asia.

"Selain itu, kami juga akan tawarkan belajar membatik kepada para wisatawan asing," katanya. [INILAH.COM]

1 komentar:

Comment

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner